Tampilkan postingan dengan label Nongkrong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nongkrong. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2017

 
Akhir akhir ini di Surabaya, banyak banget bermunculan cafe cafe baru, ga cuma cafe sih, dari restaurant, kaki lima, coffee shop, semuanya tumbuh di Surabaya. Mulai dari Timur sampe Barat.
Dan karena mimin gamau ketinggalan, langsung deh begitu denger ada yang baru, langsung deh cus ke Babeh St. Pas mimin kesana, masih soft opening.
Kalo denger kata Babeh St., langsung keinget jalanan di Singapore banget gak sih? Hahaha.. Pas pertama kali denger Babeh, langsung kepikiran dua macem: ini makanan Arab atau jualan Babi ya? Dan ternyata dua duanya salah besar.
Jadi gimana nih suasana di Babeh St


Di Babeh St. ini ada bagian outdoor, indoor, dan indoor. Loh indoornya kok ada dua? Jadi ada indoor yang gede, sama indoor yang kaca kaca. Entah indoor yang kaca kaca buat smoking area.. atau bukan.. Takut sotoy, hahaha.
Suasana di outdoor agak panas, karena aku kesana pas sekitar jam 3 sore. Cuma kebantu kipas angin. Dan suasana di luar sana engga terlalu photogenic, ada tangga annoying di bagian utara. Tapi di barat, ada tembok indah dengan pohon2 an gitu! Rumput2 kind of lah ya..
Oh iya, nilai plus di Babeh St ini, mereka punya kursi yang bisa dibalik jadi tangga.
Iya, di balik jadi tangga!
Gausah kaget deh.
HAHAHAHA.
Beneran..
Jadi kalo mau foto2 ala2 hands in frame, flatlay, udah ga perlu naik kursi lagi, dan diliatin orang2 karena malu. Lha wong si Babeh St. nya sudah memfasilitasi. :p
 

Nah kalo ini bagian favoriteku, indoor ruang kaca. Jadi buat foto2 makanan terang banget, meskipun kaca kaca, AC didalemnya bisa bikin tempat ini tetep dingin. Super instagenic, oke banget. Tempat duduknya ada sofanya, bisa buat bobok bobok lucuk, nongkrong lama!


  • Foods & Beverages!
 
Ini bagian yang selalu aku tunggu-2 tiap ngereview sesuatu. Makanannya broh! Aku ga mesen banyak2 sih pas kesini, karena udah kenyang banget, ini restoran ke empat yang aku kunjungi di hari itu. Tapi, lidahku gabisa dibohongin. Makanan disini ennnnnakk! Dan ini.. nasi gila mereka. Bener bener rasa yang pernah ada tidak terlupakan banget. Saos nasi gila mereka ini enakkk banget, campuran sosis, telur orak arik, bumbu kecapnya, cabenya pedesnya juga pas, dan porsinya pas, Fix, ini wajib banget kalian pesen kalo kesini.
Ditambah lagi kerupuknya. Aduh… Tolong…


 Makanan kedua yang aku pesen adalaaah, Gado Gado! Pesen ini alesannya karena: Sehat. Hahaha, bener kan, gado gado sehat banget. Dari isinya yang sayur2 an, tempe tahu yang mengandung protein, lontong untuk karbohidrat. Untuk gado gadonya, taste good, bumbunya ga kemanisan, kentelnya pas, suka sih!



Parking Lots: Luas, bisa untuk 7-8 mobil didalem. Or maybe more, 10 deh. Kalo masih ga cukup, bisa parkir di pinggiran Jalan Slamet. Parkir bayar 3.000 ke Satpamnya.
Wifi: Kemarin sih belum ada.
Payment methods: Masih cash aja. Belum bisa pake cards.
Dresscode: No. Alamat: Jalan Slamet No. 31 Surabaya (near SMA Komplek)
Opening Hours:  Weekday 11.00-22.00, Weekend 11.00-23.00
Contact Person:
e-mail: babeh.street@gmail.com
Phone: +6231-5350730

Another venue checklist to visit buat para pecinta kopi nih, Calibre Coffee. Dekornya bertema urban cafe, jadi interiornya itu didominasi sama kayu, warna gelap, kaca transparan, dan lampu kuning yang remang-remang. Jadi kesannya itu clean, minimalist, dan chic.


Bagus dan minimalis bingits yah? Jadi ga perlu ke Aussie lagi buat cari urban cafe, di Surabaya aja udah ada hehehe. Yang di atas adalah foto di dalam lokasi indoornya, sedangkan yang di bawah ini foto untuk lokasi outdoornya.

 Dijamin betah deh nugas ato kerja ato nongkrong disini, ada wifinya loo. Jadi langganan pelajar juga soalnya deket sama beberapa sekolah. Uniknya, di Calibre ini kopinya mereka panggang sendiri kayak di foto atas. Jarang-jarang lo nemu cafe yang begini ini. Makanya ga heran kalo kopi di sini itu terkenal enak.

 Sambil nyeruput Cappuccino (30k) ada baiknya juga kalo kamu ditemenin sama Tuna Melt Panini (55k) yakni roti panini yang ditumpuk dan tengahnya diisi sama ikan tuna serta sayuran, biar makin komplit gitu sekalian lunch kan ya hehe

 Atau alternatif lainnya buat yang ga seberapa doyan kopi, kamu bisa pesen Green Tea Frappe (40k) yang bubuk green tea nya asli tanpa pewarna atau perasa sama Triple Decker Sandwich (60k) yang terdiri dari roti sandwich isi telur mata sapi, daging, dan sayur dilengkapi juga sama kentang goreng, a quite big portion yah.

 Terus alternatif terakhir ada Hot Chocolate (37k) sama Choco Hazelnut Croissant (35) yang sempet booming akhir-akhir ini, rasanya pas alias cucok buat para pecinta coklat. Croissantnya itu mak nyes, lembut pas dimakan dan sausnya yang di tengah itu mirip coklat tapi rasanya hazelnut. Manis ketemu manis jadinya manis kuadra.

 Ohya, ada menu saladnya juga ding buat yang lagi pingin makanan sehat, namanya Organic Mixed Greens with Berry Vinaigrette (40k) yang terdiri dari sayuran hijau dikasih buah berry sama keju. Mari mari mampir!
Jembatan Suroboyo, yang diresmikan pada Sabtu sore, 9 Juli 2016, kini mulai dipadati pengunjung pada Selasa,  12 Juli 2016. Para pengunjung rata-rata foto bersama dan foto selfie di atas anjungan Jembatan yang Seakan melingkar di pantai Kenjeran Surabaya itu.




Muda-mudi juga terlihat mengabadikan moment di atas jembatan itu. Mereka juga mengabadikan dalam bentuk video setiap gerak-gerik mereka di atas jembatan yang tepat di bawahnya laut lepas itu.

Bahkan, para pengendara sepeda motor dan mobil sudah diperkenankan untuk melintas di jembatan yang dilengkapi air mancur menari itu. Sebab, pasca diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Sabtu lalu, jembatan itu belum dibuka untuk umum, dan baru dibuka sejak tadi siang.

"Tadi siang sekitar jam 13.00 jembatan ini sudah dibuka untuk umum," kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Bulak, Widodo, saat ditemui Tempo di sela menertibkan kendaraan di atas Jembatan Suroboyo, Selasa 12 Juli 2015.

Widodo mengatakan pembukaan jembatan itu awalnya sudah ditinjau langsung oleh Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala Dinas PU dan Pematusan, serta Pelaksana Tugas Dishub Surabaya. Oleh karena itu, hingga saat ini personel Dishub dan Satpol PP disiagakan di atas jembatan menertibkan kendaraan para pengunjung. "Jadi, selama berada di atas jembatan kendaraan tidak boleh berhenti," tutur Widodo.

Jembatan itu, kata dia, akan dibuka terus untuk umum. Sedangkan air mancurnya hanya akan dioperasikan setiap Sabtu malam atau malam minggu. "Malam minggu itu hanya dinyalakan 60 menit, dari pukul 20.00-21.00," katanya.

Para pengunjung itu semakin sore semakin banyak. Para pengendara berjalan pelan ketika melintas di atas jembatan. Bahkan, banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang berhenti sejenak untuk menanyakan jadwal pembukaan jembatan itu dan jadwal pengoperasian air mancur menari itu.

Salah satu pengunjung warga Arosbaya Bangkalan, Mohammad Syaiful mengatakan sengaja ke Surabaya untuk melihat langsung Jembatan itu. Sebab, selama ini hanya tahu jembatan itu dari media. "Tadi saya berangkat jam 14.00, khusus untuk melihat jembatan ini, karena penasaran," katanya Syaiful yang berkunjung dengan keluarganya itu.

Syaiful merasa takjub dengan keindahan Jembatan yang panjangnya 800 meter itu. Bahkan, ia mengatakan bahwa jembatan itu hampir sama dengan jembatan di Sidney yang dilihatnya di internet. "This is amazing," ujarnya.

Hingga saat ini, para pengunjung terus mengalir dan memadati Jembatan Suroboyo yang menjadi ikon baru di Kota Surabaya tersebut.

Jumat, 08 September 2017


Sebagai salah satu kota besar dengan tingkat polusi yang cukup tinggi, Kota Surabaya memiliki sejumlah taman kota yang berfungsi meminimalisir hal tersebut. Taman-taman ini dikelola dengan cukup baik dan tampak indah. Dengan banyaknya pepohonan yang dimiliki, taman-taman ini menjadi tempat yang pas untuk beristirahat sejenak dari kesibukan pekerjaan dan mengisi paru-paru kita dengan lebih banyak oksigen untuk kondisi badan dan pikiran yang lebih baik. Salah satu taman kota yang bisa anda kunjungi di Surabaya adalah Taman Bungkul. Taman ini berhasil memadukan fungsi rekreasi, sosial, pendidikan dan budaya menjadi satu. Tak heran jika taman ini berhasil mendapatkan Asian Townscape Award pada tahun 2013 yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Taman yang berdiri di area seluas 900 m² berada  di Jalan Raya Darmo tak jauh dari lokasi Kebun Binatang Surabaya. Nama Taman Bungkul berasal dari keberadaan makam salah satu sunan dan mertua dari Sunan Giri yang bernama Ki Ageng Supa atau yang lebih dikenal dengan Mbah Bungkul. Makam Mbah Bungkul ini kerap dikunjungi para peziarah yang menjadikan taman di sekitar makam ini cukup ramai. Apalagi semenjak taman ini diubah menjadi taman yang sempurna oleh pemerintah setempat, pengunjung taman ini terus meningkat. Banyak kawula muda yang menggunakan taman ini sebagai tempat nongkrong. Banyak pula keluarga dan pasangan yang menghabiskan waktu bersama di taman ini. Nah, mari kita simak apa yang membuat taman ini menjadi begitu diminati oleh warga Surabaya dan sekitarnya.
1. Taman Ramah Anak dan Keluarga

Taman yang mulai diresmikan sejak 21 Maret 2007 ini memiliki sejumlah fasilitas permainan yang akan membuat anak-anak anda betah berlama-lama di sana. Ada permainan jungkat-jungkit, seluncuran, ayunan, dan beberapa permainan lainnya. Ada pula kolam air mancur dan green park yang semakin mempermanis keberadaan taman. Anda juga bisa jogging bersama buah hati anda di sepanjang jogging track yang ada di taman.
2. Tempat Nyaman Para Komunitas
Dengan penataan taman yang nyaman, sejumlah komunitas kerap menggunakan Taman Bungkul sebagai area mereka berkumpul, baik untuk sekedar ngobrol atapun melakukan aktivitas dan event mereka. Apalagi Taman Bungkul juga dilengkapi dengan skateboard track yang kerap digunakan pecinta skateboard untuk berlatih. Para pecinta sepeda BMX juga kerap menggunakan area tersebut untuk berlatih. Nongkrong di Taman Bungkul semakin seru dengan adanya akses WiFi gratis yang bisa diakses untuk umum. Taman ini juga dilengkapi dengan keran air siap minum bagi semua pengunjung taman.
3. Sentra PKL yang Tertata
Ngobrol memangg seru kalau ditemani dengan camilan. Tapi terkadang keberadaan pedagang kaki lima kerap merusak keindahan taman. Namun hal ini tidak akan dijumpai di Taman Bungkul. Sentra PKL tertata dengan rapi yang akan membuat kita nyaman selama bersantap dan keindahan taman tetap terjaga. Beberapa kuliner khas Surabaya seperti rujak cingur, lontong balap, dan sebagainya.
4. Taman Sejuta Event

Taman Bungkul kerap digunakan sebagai tempat acara-acara penting di Surabaya. Dengan amfiteater berdiameter 33 m, Taman Bungkul menjadi tempat yang pas untuk melakukan banyak acara. Di hari minggu anda bisa mengikuti Car Free Day yang begitu ramai di Taman Bungkul. Jadi pastikan untuk menikmati kesegaran udara di Taman Bungkul dan bersenang-senanglah di sana dengan semua fasilitas yang dimiliki Taman Bungkul.

Label

Blog Archive

Cari Blog Ini

Popular Posts