Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2017

Bila anda tinggal atau pernah singgah ke kota Surabaya biasanya tidak merasa asing dengan kebiasaan masyarakat lokal yang ada kalanya mengucapkan sapaan pada temannya dengan menggunakan kata umpatan, yaitu “jancuk”.
Nah, Kata umpatan inilah yang akhirnya dijadikan menu andalan oleh Surabaya Plaza Hotel yaitu “Nasi Goreng Jancuk” dan ternyata sambutan masyarakat dan pecinta kuliner Kota Surabaya terhadap nasi goreng jancuk sangat baik.
Entah apa alasan hotel ini menjadikan jancuk sebagai nama menu nasi goreng andalan mereka, mungkin karena kata ini adalah salah satu icon kota Surabaya atau mungkin kebiasaan dari orang-orang yang sering mengumpat setelah makan nasi goreng ini.
Namun berdasarkan cerita dari pecinta kuliner kota Surabaya, konon katanya awal mula penyebutan nama nasi goreng jancuk adalah karena Chef Eko Sugeng Purwanto yang merupakan salah satu chef di Surabaya Plaza Hotel.
Pada mulanya Chef Eko membuat nasi goreng untuk para temannya, kemudian ditambahkan dengan cabe rawit dengan jumlah yang banyak.
Nah, akibatnya setelah melahap sendok pertama nasi goreng tersebut maka teman-temannya segera mengumpat “Jancuk !! pedes cak !!”
nasi goreng jancuk
Nasi goreng Jancuk yang ditawarkan oleh Surabaya Plaza Hotel ini memang punya kelebihan rasanya yang super pedas dan porsi yang sangat banyak, bahkan cukup untuk 4-5 orang untuk tiap 1 porsi yang disajikan langsung di atas penggorengan.
Sebelum menyantap nasi goreng jancuk anda akan merasakan aroma nasi goreng dan pastinya anda akan merasa tidak sabar untuk segera melahap nasi goreng jancuk.
paket nasi goreng jancuk
Untuk tiap 1 porsi nasi goreng jancuk menggunakan 20 cabe rawit (kabarnya mencapai 30 cabe rawit) serta masih dikasih tambahan sambal, bumbu rempah, dan bersiaplah untuk mandi keringat pada saat menyantap nasi goreng ini.
Pada saat pertama melahap nasi goreng ini anda akan merasakan sensasi pedas dan rasanya yang rame karena ada campuran daging udang, ayam , bumbu rempah, telur ayam, dan bawang goreng dengan tambahan krupuk udang dan acar.
Harga nasi goreng jancuk untuk 1 porsi adalah Rp 150.000,- yang terdiri dari 1 porsi nasi goreng jancuk (4-5 orang) yang disajikan langsung di atas penggorengan dan 1 pitcher es teh, cukup terjangkau jika makan nasi goreng ini bersama keluarga atau teman-teman.
Lokasi nasi goreng jancuk cukup mudah ditemukan karena letaknya berada di pusat kota Surabaya yaitu di Kartini Restoran yang ada di dalam Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 – Surabaya.
Pada beberapa waktu yang lalu pihak hotel Surabaya Plaza mengadakan lomba makan gratis dimana peserta lomba harus menghabiskan 1 porsi nasi goreng jancuk.
Belum lengkap rasanya jika anda belum mencicipi Nasi Goreng Jancuk jika berkunjung ke kota Surabaya apalagi jika anda adalah salah satu dari pecinta kuliner pedas.
Karena brand nasi goreng jancuk sangat terkenal maka cukup banyak restoran, rumah makan atau bahkan pedagang kaki lima yang juga menggunakan istilah nama nasi goreng jancuk namun dijual dengan harga yang lebih murah pastinya.
Namun jika anda ingin mencicipi nasi goreng jancuk yang asli maka anda bisa berkunjung ke Kartini Restoran yang ada di Surabaya Plaza Hotel yang tempatnya tepat berada di belakang pusat perbelanjaan Delta Plaza, Sebelah kiri setelah pintu masuk Hotel Surabaya Plaza.
restoran kartini

Pilihan paket menu nasi goreng jancuk
– 1 porsi Nasi Goreng Jancuk = Rp 133.100,-
– Paket 1 porsi Nasi Goreng Jancuk + 1 pitcher es teh = Rp 150.000,
– Paket 1 porsi Nasi Goreng Jancuk + 2 pitcher es teh = Rp 190.000,
Salah satu kuliner lawas yang sampai sekarang masih eksis bahkan di wariskan secara turun – temurun adalah Tahu Tek. Di berikan nama tahu tek, karena memang bahan pembuatnya sebagian besar adalah tahu sedangkan nama “tek” berasal dari suara gunting yang di gunakan untuk memotong tahu tersebut menjadi potongan kecil – kecil.

Makanan khas Surabaya ini terdiri dari potongan lontong, tahu, kentang goreng, telur semuanya di campur menjadi satu lantas di siram dengan saus berwarna coklat kehitaman. Saus ini terbuat dari campuran petis dan kacang, itulah rahasianya mengapa saus tahu tek ini terasa legit. Tidak lupa di atasnya penjual akan membarikan banyak kerupuk gurih dan renyah yang berukuran kecil sebagai topingnya.
Di kota Surabaya ini banyak penjual makanan khas Surabaya ini, semuanya mengandalkan resep keluarga yang di jaganya selama puluhan tahun.
1. Tahu Tek Pak Ali
Tahu Tek Pak Ali ini adalah kuliner yang paling banyak di cari oleh warga Surabaya maupun warga luar kota yang sedang berkunjung ke Surabaya. Warung Tahu Tek ini terletak di jalan Dinoyo 147-A Surabaya. Olahan Tahu Tek ini menggunakan bumbu special rahasia keluarga yang sudah terkenal kelezatannya sejak tahun 1970.
Pak Ali menegaskan bahwa semua racikan bahan-bahan yang digunakan untuk bahan gado-gadonya adalah bahan segar dan telah terjamin tingkat kebersihannya. Di dinding warungnya terdapat pula beberapa artis baik dari Surabaya maupun Ibukota yang pernah mencicipi kelezatan makanan khas Surabaya ini di warungnya.
Baca : Jadi Tahanan di Mie Rampok Surabaya
2. Tahu Tek Pak Jayen
Khusus untuk Tahu Tek Pak Jayen ini buka-nya hanya pada malam hari. Hal ini karena lokasi warung yang di gunakan untuk makan adalah garasi bengkel mobil yang biasanya buka pada siang hari. Berdiri di pinggiran jl. Dharmahusada, telah membuat warungnya selalu ramai oleh pembeli yang ingin menikmati Tahu Tek buatannya. Meski begitu untuk bisa mencoba makanan khas Surabaya karya pak Jayen ini anda jangan datang terlalu malam. Karena bisa di pastikan bahwa anda tidak akan mendapatkan tempat duduk karena semua kursi sudah penuh.
Ke-unikan dari Tahu Tek Pak Jayen ini adalah racikan bumbu yang di uleg langsung di lokasi. Di warung ini anda bisa memesan berapa lombok yang anda inginkan. Hati – hati bagi yang tidak suka pedas, karena meskipun hanya lombok 3, puedesnya pooool.
3. Tahu Tek Pak Gondrong
Bagi yang berkuliah di Unair kampus B, pasti sudah tidak asing terhadap Tahu Tek yang di racik oleh Pak Gondrong ini. Pak Gondrong telah mulai berjualan Tahu Tek ini pada tahun 1975. “Dulu Unair masih sepi sekali, yang kuliah masih pakai sepeda onthel semua” jelasnya. Keramahan mahasiswa Fisip Unair membuatnya enggan beranjak dari kampus ini.
4. Tahu Tek Cak Kahar
Tahu Tek Cak Kahar ini terletak di tengah kota Surabaya. Tepatnya di Jalan Embong Malang No 78H / seberang Hotel JW Marriot. Bermula dari menggunakan gerobak , pada tahun 1996 si Cak Kahar telah membuka warung makan-nya. Kuliner Tahu Tek yang di racik Cak Kahar ini menggunakan bumbu istimewa. Bumbu ini di ramu oleh sang nenek yang bernama Nenek Aminah yang mulai berjualan tahu telor pada tahun 1960.
Keunggulan dari kuliner Tahu Tek Cak Kahar ini terletak pada 3 level pedas-nya. Level ini bisa di pesan oleh pembeli sesuai dengan seleranya masing-masing. (Yanuar Yudha)
Meski ada beberapa kota yang mengklaim masakan tahu campur sebagai makanan khasnya, tetapi rasa dan bahan yang digunakan hampir tidak ada perbedaan.

Bahan yang ada dalam sajian tahu campur ini di antaranya seperti kuah kaldu yang terdiri dari daging sapi bagian sanding lamur, kaldu, bawang merah, bawang putih, kunyit, jintan sangria, ketumbar, kencur, merica, daun jeruk dan minyak untuk menumis bumbu tersebut.
Sementara untuk perkedel singkong yang akan dipakai untuk pelengkap terbuat dari singkong parut, daun bawang, jintan, ketumbar, kunyit, garam, kecnur, bawang putih daun jerut purut dan minyak untuk menggoreng adonan singkong.
Sedangkan bahan pelengkap yang umumnya ada dalam sajian tahu campur yakni seperti petis udang, mie basah, daun selada keriting, irisan tahu goreng, tauge rebus setengah matang, dan kerupuk bawang yang ditaburkan di atas sajian.
Berikut lokasi warung tahu campur yang bisa disigahi ketika berkunjung ke Surabaya :
Warung tahu campur kaki lima di Jl. Karang Tembok Surabaya tepatnya berada di depan Rumah sakit Karang Tembok. Harga tahu campur kaki lima yag ditawarkan ini pun hanya Rp7.000 per porsi.
“Saya buka warung dari sore jam 16.00 sampai malam, bergantung dagangan habis atau belum. Kalau sudah habis ya tutup,” kata pedagang tahu campur Karang Tembok itu.
Coba juga warung tahu campur Cak Kahar Jl. Embong Malang Surabaya yang harganya tidak sampai merogoh kocek Rp20.000 per porsi. Warung ini buka hanya sore hingga malam hari.

Tag : tahu campur

Ada satu kuliner уаng dirindukan musisi Ahmad Dhani selama dі Jakarta. Sеtіар pulang kampung, pria asal Surabaya, Jawa Timur іtu pasti langsung mencarinya. Aра lаgі јіkа bukan lontong balap, sajian tradisional khas Surabaya уаng terkenal seantero Nusantara.pernah ѕuаtu ketika, dalam program acara televisi Dhani mengunjungi lontong balap langganannya dі siang bolong. Sеtеlаh memesan dеngаn akrab, layaknya pelanggan уаng ѕudаh bіаѕа berkunjung kе sana, Dhani menikmati sepiring lontong balapnya dеngаn lahap.


Nafsu makan Dhani membuat penonton ikut ngiler. Bukan сumа Dhani, tарі ѕеmuа orang уаng pernah menjajalnya pasti аkаn ketagihan. Lontong balap mеmаng wajar membuat ѕеmuа orang іngіn ikut menyantapnya. Kuah beningnya уаng menjadi kecokelatan ѕеtеlаh dicampur kecap manis segar dinikmati saat siang maupun malam. Bеlum lаgі isian dі dalamnya.

Ada campuran tahu, lontong, dan setumpuk taoge dalam seporsi lontong balap. Satu unsur уаng paling unik аdаlаh lentho goreng. Lentho merupakan semacam tempe keras уаng dibuat dаrі kacang tolo уаng direbus dan dihaluskan.

Adonan іtu kеmudіаn diberi singkong parut, kecap, dan putih telur, lаlu digoreng ѕаmраі kering. Lentho merupakan salah satu pencuri rasa dі lontong balap. Uniknya, lentho tіdаk menjadi lembek meski telah bercampur dеngаn kuah.

Kuah lontong balap sendiri merupakan campuran air kaldu, bumbu, dan bawang goreng. Penyajian lontong balap bіаѕаnуа dimulai dеngаn menata lontong, tahu, lentho, serta tumpukan tauge. Sеmuа diguyur dеngаn kuah, ditambah kecap manis. Terakhir, bubuhkan bawang goreng.

Sеlаіn menyegarkan, lontong balap јugа merupakan paduan rasa manis, asin, dan gurih. Aromanya mеmаng tіdаk tеrlаlu kuat dan menggoda, nаmun bеgіtu dicicip, segar kuahnya membuat іngіn menghabiskan seporsi ѕаmраі licin tandas. Taugenya јugа mаѕіh segar.

Sеbаgаі tambahan, lontong balap јugа bіаѕа disantap ditemani bеbеrара tusuk satai kerang.

Lontong balap bіѕа ditemui dі banyak tempat dі Surabaya. Yаng legendaris ada dі Kranggan dan sentra PKL dераn SMP 2. Jіkа mencari lontong balap favorit Dhani, silakan datang kе Lontong Balap Garuda Pak Gendut. Lokasinya pindah dаrі Kranggan kе dераn kantor PDAM Surabaya.

Kuliner іtu mеmаng ѕudаh merambah pusat perbelanjaan. Nаmun rasanya lebih nikmat menyantap lontong balap уаng seporsi sekitar Rp 10 ribu іtu dі pinggiran jalan. Bagi pencinta pedas, ada sambal petis уаng membuat sensasi menyantap lontong balap lebih nikmat.

Seporsi lontong balap dan satai kerang bіаѕаnуа disandingkan dеngаn es kelapa muda.

Jіkа Andа penasaran dеngаn asal-usul nama lontong balap, ada banyak versi уаng bіѕа menjawabnya. Konon, para penjual lontong balap harus adu cepat untuk ѕаmраі kе tempat tujuan dan mendapat pembeli.

Versi lain, dahulu lontong balap tіdаk dijual dеngаn gerobak dorong. Penjualnya memakai gentong berukuran besar dan berat untuk menampung kuah dan bahan-bahan lain. Karena gentong іtu berat, maka penjualnya harus berjalan cepat seperti orang balapan.

Bukan hаnуа itu, ada versi sejarah lontong balap уаng tak kalah lucu. Mеnurut bеbеrара orang, dahulu penjualan lontong balap terpusat dі satu tempat. Hаnуа saja, para penjual іtu menggunakan alat makan secara bersamaan. Karena itu, pemakaiannya harus beradu cepat.

Lontong balap ѕudаh ada dі Surabaya sejak lama. Kesukaan Dhani, Lontong Balap Pak Gendut, bаhkаn ѕudаh berjualan sejak 1956.

Jumat, 08 September 2017

Makanan tradisional satu ini sekilas hampir mirip dengan Gado – gado, namun bahan dan rasanya berbeda. Namanya adalah Rujak Cingur.

Apakah Rujak Cingur itu?

Rujak Cingur adalah salah satu makanan tradisional yang terbuat dari campuran bahan seperti mentimun, cingur, kangkung, nanas dan lain – lain. Makanan satu ini sangat kaya akan campuran bahan, karena di dalamnya tedapat beberapa sayuran, buah – buahan, dan bahan lainnya. Rujak Cingur ini merupakan salah satu makanan tradisional yang sangat terkenal di Jawa Timur, terutama daerah Surabaya.

Asal Mula Rujak Cingur

Rujak Cingur merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Nama Rujak Cingur sendiri diambil dari nama bahan dasar yang digunakan yaitu “Rujak” dan “Cingur”. Rujak merupakan campuran buah - buahan dan sayuran yang dihidangkan dengan sambal. Sedangkan Cingur sendiri merujuk pada bahan irisan mulut ataumoncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Sehingga Rujak Cingur ini merupakan perpaduan dari bahan sayuran, buah buahan dan cingur yang diolah menjadi satu sajian yang memiliki rasa yang khas.

Pembuatan Dan Penyajian Rujak Cingur

Rujak Cingur ini terbuat dari bahan buah – buahan seperti timun, bengkuang, manga muda, nanas, dan kedondong. Lalu bahan sayuran seperti kecambah, kangkung dan kacang panjang. selain itu juga berbagai bahan tambahan seperti lontong, tahu goreng, tempe goreng, dan cingur. Bahan bahan tersebut di potong kecil, lalu dicampurkan ke dalam piring. Kemudian bahan yang sudah dicampur tadi disiram dengan saus bumbu yang terbuat dari bahan petis udang, gula, cabai, kacang goreng, bawang goreng, garam dan irisan pisang klutuk yang masih muda. Setelah dicampurkan kemudian semua bahan dan saus diulek agar sausnya merata.

Untuk penyajian Rujak Cingur ini biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu Rujak Cingur Biasaatau Rujak Cingur Matengan. Pada penyajian Rujak Cingur biasa ini hanya menggunakan bahan seperti diatas. Sedangkan untuk Rujak Cingur matengan hanya terdiri dari bahan – bahan yang matang saja seperti lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo dan sayur yang telah direbus. Walaupun berbeda bahan namun saus bumbu yang digunakan sama, sehingga rasanya tidak berbeda jauh.

Cita Rasa Rujak Cingur

Rujak Cingur ini sekilas hampir mirip dengan Gado – gado. Namun yang membedakan adalah bahannya yang menggunakan buah – buahan dan cingur. Selain itu saus bumbunya pun berbeda karena menggunakan petis dan bahan lainnya. Yang menjadi keistimewaan dari Rujak Cingur ini adalah perpaduan rasa dari sayur – sayuran, buah – buahan, dan saus petis yang menghasilkan rasa manis, gurih, legit dan sepat menjadi satu sehingga memberikan cita rasa yang khas pada Rujak Cingur ini. Selain itu rasa kenyal dari cingur, tentu memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya. 

Perkembangan Rujak Cingur

Rujak Cingur ini merupakan salah satu makanan tradisional yang terkenal di Jawa Timur. Tidak hanya di Surabaya yang menjadi tempat asalnya, Rujak Cingur juga bisa kita temukan di beberapa daerah di Jawa Timur. Namun setiap daerah tentunya memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajiannya. Nah bagi anda yang berkunjung ke Jawa Timur, terutama Surabaya. Rujak Cingur ini bisa menjadi pilihan bagi anda untuk menikmati makanan khas di sana.

Sekian pengenalan tentang “Rujak Cingur Makanan Tradisional Dari Surabaya, Jawa Timur”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kuliner tradisional di Indonesia.

YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KULINER TRADISIONAL DI INDONESIA!

Label

Blog Archive

Cari Blog Ini

Popular Posts